KOMPONEN LATIHAN FISIK DALAM PERSPEKTIF ILMU KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI

KOMPONEN LATIHAN FISIK DALAM PERSPEKTIF ILMU KEDOKTERAN FISIK DAN REHABILITASI

Oleh : dr. Hendriko Sitorus, spKFR, MARS, AAK

 

Komponen Latihan Fisik

  • Latihan fisik menjadi komponen terpenting dalam program pengelolaan rehabilitasi medic.
  • Ini merupakan salah satu faktor utama dan terpenting guna mencapai kemampuan kerja fisik yang optimal.

KEKUATAN

Kekuatan adalah kemampuan otot untuk melakukan kontraksi guna membangkitkam ketegangan terhadap suatu tahanan.

Latihan yang sesuai untuk mengembangkan kekuatan ialah melalui bentuk latihan tahanan (resistence exercise)

Kekuatan berbeda dengan ketahanan.

 

KETAHANAN

            Daya tahan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kerja dalam waktu yang relatif lama.

. Daya tahan otot (muscle endurance)

            . Daya tahan jantung – pernapasan – peredaran darah (respiratori-cardio-vasculatoir endurance)

 

KELENTUKAN (FLEXIBILITY)

            Kelentukan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan lingkup geak sendi (LSG) secara normal.

Fleksibilitas adalah perpaduan antar ekstensibilitas (daya regang) otot dan elastisitas (daya lentur)

Faktor utamanya yaitu geometri sendi, elastisitas dan potong lintang otot, tendon dan legamen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Question and Answer

 

Q : Selamat malam dok, mau nanya. Efektifnya berapa lama latihan fisik yang bisa dilakukan pada anak dengan kondisi Cereblar Palsy (CP) ? kemudian terapi seperti apa yang baik dan bisa kami lakukan di rumah terkait kondisi anak dengan kondisi CP+gangguan dengar dan gangguan penglihatan (mungkin selain terapi fisik juga lingkungan seperti apa yang bisa kami buat untuk mendukung).terima kasih dok

A : Oh oke. Ini mungkin maksudnya CP pranatal akibat TORCH, bu?

Q : Saya belum pernah periksa Torch dok, tapi anak saya riwayat prematur. Anak saya kontrol kepala belum baik, belum bisa duduk, baru bisa telentang, otot kaku, kata terapisnya anak saya CP tipe atetoid dok. Juga terkena gangguan penglihatan (rop grade 5) dan gangguan dengar berat sekarang umurnya 2 tahun 10 bulan.

A ; Harus dimulai dari kekuatan intinya dulu.

Q : Seperti apa latihannya dok?

A : Mungkin CP tipe spastic. Dulunya TBI. Total Body Involvement. Athetoid masuk dalam bagian tipe Dyskinetic.

Q : Jadi klo tipe ini sebaiknya gimana perlakuan di rumah dok?

A : Mungkin anak ibu mixed type? Jadi predominant pola gerak diskinetik dengan keterlibatan spastik . Untuk CP ada klasifikasi tingkatan motorik yang dikenal dengan GMFCS. Ini bisa jadi tolok ukur evaluasi nanti.

Q : Jadi untuk anak saya sebaiknya perlakuan seperti apa yang bisa dilakukan di rumah dok?

A : Sebaiknya perlakuan seperti perkembangan anak pada umumnya. Dibimbing mulai dari tidur terlentang sampai transisinya ke posisi berdiri. Jangan lupa patient safety. Anak ibu ada ROP bu?

Q ; Iya grade 5 dok. Makanya kalau lagi latihan agak sulit dok karena ada gangguan mata dan gangguan dengar berat dok, kesulitan menstimulusnya.

A : Gangguan pendengaran: sensori neural (syaraf)? 12% pasien CP athetoid 4x lipat kena syaraf telinga drpd CP spastis.

***

A : Anak saya ototnya lemah, gerakannya lambat, ada kifosis, duduk masih oleng, berdiri pegangan juga oleng, tapi dititah mau melangkah. Latihan fisik apa ya buat ketahanannya? Contoh latihan ketahanan seperti apa dok? Sekarang anak saya terapi SI apa bisa membantu untuk ketahanannya? Keseimbangannya juga masih sangat kurang, walaupun sudah lama bisa merangkak tapi masih sering jatuh kejedot kepalanya sewaktu merangkak.

A : Latihan fisiknya yang pertama baiknya adalah kekuatan yaitu kekuatan postural. Selanjutnya baru ketahanan seperti yang ibu sampaikan. Kedua komponen latihan yang dimaksudkan untuk otot. Scoliosis dan instabilitas duduk kemungkinan menandakan kekuatan inti yang kurang ajeg.

Q : Maksud saya contoh latihan kekuatan itu seperti apa dok? Dipijitkah atau diapain dok?

A : Untuk teknis operasional bisa banyak hal bu. Termasuk massage atau stimulasi/ fasilitasi pola gerak.

***

 

Q : Anak saya usianya 7,5 tahun. Baru bisa jalan usia 5 tahun. Dan saat ini jalannya pun masih oleng-oleng, kalau lari kayak mau jatuh dan hanya menghasilkan langkah kecil. Kondisi tulang belakang sangat menonjol dan dada membusung seperti dada burung sehingga tubuhnya seperti gepeng, susah melebar ke samping (terlihat kurus terus) Nah dulu pernah bawa ke dokter ortho menanyakan kondisi tulang belakangnya, tapi katanya nggak masalah. memang setelah bisa jalan, tulang belakangnya agak masuk tapi tetap masih terasa kalau kita pegang.

Jadi sekarang anak saya kalau jalan kayak nggak bisa lama, karena keliatan mudah lelah dan akhirnya banyakan digendong. Apakah ada yang salah dengan kondisinya dan bagaimana mengatasinya?

A : Ini lebih terdeskriptif. Jadi lebih dapat tergambar kondisi pasiennya. Untuk bunda, nggak ada yang salah. Yang ada adalah masalah yang harus kita selesaikan bersama. Yang diatas sudah mencipatkan semuanya secara sempurna, untuk cara mengatasi masalahnya yang pertama karena ini adalah masalah postural maka baiknya dikaji (analisis) dulu posturalnya.

Q: kemana sebaiknya konsultasi soal postural ini? Dan terapi apa yang harus dijalani? perlukah mengikuti rehab medik lagi? Ada rekomendasi di Jakarta sebaiknya dimana?

A : Di dokter Indah Retno SpKFR bu. Nanti tolong googling tempat prakteknya ya, Bu.

***

Q : Seberapa penting otot CORE pada manusia (anak-anak)? Apakah core ini menjadi hal dasar yang perlu di koreksi/stimulasi baru masuk pada tahap fisioterapi lainnya? Contoh kasus sederhana ada anak yang dilatih berjalan, tapi untuk duduk saja dia belum mampu mandiri.

A : Trims pertanyaannya pak. Jawabannya sangat penting otot inti (core) pada manusia (anak). Core ini menjadi dasar yang perlu dikoreksi/ stimulasi/ fasilitasi pada tahap terapi. Termasuk pada anak yang dilatih jalan padahal kemandirian duduknya masih rendah. Jadi latihan core ini tetap dapat dilakukan berkesinambungan. Sekuensial atau simultan dengan latihan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *