YOU’RE NOT HEALTHY WITHOUT GOOD ORAL HEALTH

(Tips Praktis Perawatan Gigi di Rumah untuk Anak Berkebutuhan Khusus (Home Dental Care))

 

Narasumber: drg. Lila Susanti, Sp.KGA – Spesialis Kesehatan Gigi Anak

Tempak praktik:

  • Carolus Gading Serpong,
  • Pondok Indah Puri Indah, dan
  • Siloam KarawaciMateri:Sebagian besar orang berkebutuhan khusus, menjaga kesehatan rongga mulut BUKAN prioritas utama dan TIDAK DIPERHATIKAN dibandingkan dengan masalah medis lainnya.Penyakit gigi dan mulut merupakan salah satu penyakit kronis terbanyak di dunia.Menjaga kebersihan gigi dan mulut (menyikat gigi, berkumur, benang gigi) dan makanan rendah gula (kontrol makanan) adalah bagian terPENTING dalam menjaga kesehatan rongga mulut.

    Menyikat gigi minimal 2x/hari, fluoride dan diet (makanan) sehat dan flossing (benang gigi).

 

STEP BY STEP: BRUSHING

  1. Posisi bulu sikat pada tepi gusi dengan sudut 450 terhadap gusi. Gerakan sikat: berputar, ke arah depan belakang atau dari atas ke bawah. Reposisi sikat tegak untuk menyikat bagian dalam gigi depan atas dan bawah.
  2. Sikatlah bagian gigi atas dulu kemudian bawah. Sisi luar dahulu kemudian sisi dalam.

  1. Sikat (bersihkan) juga lidah. Sebab lidah dapat menyimpan banyak bakteri. Untuk anak dengan gerakan tangan terbatas, gerakan sikat dapat menggunakan teknik “roll” atau “circular”.

Tanyakan pada dokter gigi Anda rekomendasi teknik paling pas dan cara melakukannya di rumah.

  

STEP BY STEP: FLOURIDE

  1. Gunakan pasta gigi berfluoride dan aplikasi fluoride topikal (gel, cair) secara rutin oleh dokter gigi.
  2. Anak dengan reflex muntah (gag) atau tidak dapat meludah sebagai ganti pasta gigi dapat menggunakan chlorhexidine cair/spray dioleskan/disemprotkan di gigi kemudian disikat dengan sikat gigi/kassa yang telah dibasahi air matang untuk membilas.

 

STEP BY STEP: FLOSSING

  1. Flossing penting dilakukan untuk memaksimalkan pembersihan di area antar gigi, khususnya pada kondisi gigi berdesakan, dan dalam masa tumbuh kembang rahang, jarak antar gigi bertambah besar sehingga makanan berpotensi masuk.
  2. Benang gigi dengan pegangan (handle) untuk membantu koordinasi.

 

 

ADAPTING A TOOTHBRUSH 

Jangan menyerah jika anak kita tidak dapat memegang sikat gigi. Modifikasi pada sikat gigi:

  1. Menggunakan sikat gigi elektrik.
  2. Jika anak tidak mampu mengangkat tangan/lengan, tangkai sikat gigi dapat dipanjangkan dengan menambahkan penggaris, penahan lidah atau sendok kayu.
  3. Jika anak hanya terbatas dalam memegang, tangkai sikat gigi dilebarkan dengan menambah spon, bicycle handlebar grip, bola karet.

 

DIFFERENT POSITIONS FOR BRUSHING

In a wheelchair

  • Metode 1

Berdiri di belakang kursi roda. Gunakan lengan Anda untuk menyangga kepala ke arah kursi roda atau badan Anda. Anda dapat menggunakan bantal agar anak lebih nyaman.

  • Metode 2

Kunci roda dari kursi roda. Duduk di belakang kursi roda dan dongakkan kursi roda ke pangkuan Anda.

  

Sitting on the floor

Anak duduk di lantai dengan posisi Anda duduk di kursi tepat di belakang anak. Letakkan kepala anak di antara dengkul. Jika anak tidak kooperatif, Anda dapat meletakkan kaki Anda di lengan anak untuk menahan anak.

 

On a bed or a sofa

Baringkan anak di sofa atau tempat tidur dengan posisi kepala anak di pangkuan Anda. Sangga kepala dan bahunya dengan tangan Anda. Jika anak tidak kooperatif, minta bantuan orang kedua untuk fiksasi (memegang) tangan dan kaki anak.

 

In a beanbag chair

Jika anak mengalami kesulitan duduk tegak, duduk di “kursi empuk besar” mencegah anak jatuh dan untuk membuat anak merasa nyaman.

 

Lying on the floor

Posisikan anak berbaring di lantai, dengan bantal di bawah kepalanya. Berlutut menyangga kepala anak, dengan lengan kita menahannya jika diperlukan.

 

Yang perlu diingat untuk semua posisi adalah menjaga posisi kepala tersangga dengan baik untuk menghindari tersedak atau muntah.

 

 

 

ORAL HEALTH CONSIDERATION DURING THE GROWTH & DEVELOPMENT OF A CHILD

PENCEGAHAN
  1. Cegah kebiasaan buruk menghisap ibu jari atau jari atau empeng, sebab hal ini akan menyebabkan masalah maloklusi karena tidak semua anak berkebutuhan khusus dapat dilakukan perawatan orthodontik.
  2. Biasakan untuk melakukan pembersihan gusi, lidah dan langit-langit bayi dengan kassa/washlap basah meskipun gigi belum tumbuh.
  3. Pemeriksaan gigi sedini mungkin sangat penting untuk memantau tumbuh kembang dan deteksi karies serta membentuk perilaku anak dengan pengalaman pertama ke dokter gigi yang positif.
  4. Tidak memberikan botol berisi cairan manis (susu, jus, air madu) dengan posisi tidur saat tidur siang atau malam. WHY?
  • Ketika anak sedang tidur, produksi saliva (air ludah) menurun sehingga cairan gula tetap menempel di gigi anak dalam waktu lama, menyebabkan karies (gigi berlubang).
  • Menyusui dengan posisi tidur dalam waktu yang lama juga dapat menyebabkan karies gigi.
  1. Beberapa obat sirup mengandung 30-50% sukrosa (gula), seperti pada obat mencegah penyakit jantung, kejang atau infeksi. Obat-obatan ini biasanya diberikan menjelang tidur atau tidur, dimana aliran saliva berkurang sehingga sirup menempel pada gigi.
  • Berikan obat saat anak bangun dan bersihkan sisa sirup setelah pemberian.
  • Minta obat yang bebas gula.
  1. Rentang waktu tumbuh gigi susu dan gigi tetap cukup lama
  • Perawatan gigi rutin ke dokter gigi (minimal 6 bulan) akan membantu mengevaluasi kondisi tumbuh kembang gigi.
  1. Jika gigi susu anak belum lepas sedangkan gigi tetapnya sudah tumbuh, sebaiknya segera periksa ke dokter gigi. Pencabutan gigi susu akan mencegah terjadinya gigitan silang atau masalah orthodontik (susunan gigi) yang kompleks.
  2. Jika gigi anak berdesakan, sebaiknya lakukan konsultasi dini orthodontik. Beberapa intervensi prosedur orthodontik dini akan membatasi bahkan mencegah perawatan orthodontik yang lebih luas.

 

CONTOH GIGI KARIES ATAU BERLUBANG

 

 

TANYA-JAWAB

Q  : Dokter, anak saya sindrom Pierre Robin Syndrome (PRS). Saat ini posisi rahang belum bisa catch up. Jadi posisi rahang bawah masih lebih menjorok ke dalam. Sampai usia 3 tahun 11 bulan ini belum pernah sikat gigi, karena selalu menolak untuk dibersihkan dokter. Sehingga karies gigi banyak sekali dan gigi di bagian depan ini sampai habis. Perlakuan apa ya yang harus saya lakukan? Terima kasih.

A  : Dari informasi ini masalah yang dihadapi:

  1. Posisi rahang bawah menjorok ke dalam
  2. Oral hygiene (belum pernah sikat gigi)
  3. Karies
  4. Belum pernah ke dokter gigi.

Yang sebaiknya dilakukan mulai lakukan home dental care. Langkah pertama atasi oral hygiene dulu. Yang paling sederhana adalah sikat gigi (sesuai yang saya beri di materi), kemudian ke dokter gigi anak (cari informasi yang terdekat dan biasa menangani anak khusus). Masalah karies bisa teratasi jika oral hygiene baik (karena ini berkaitan). Masalah rahang/maloklusi akan dikerjakan oleh dokter gigi jika kondisi rongga mulut sehat.

Pada bukan anak khusus saja sulit ya, apalagi anak khusus. Pasti lebih sulit lagi, apalagi dgn kondisi ini lebih rentan masalah gigi dan mulut. Yang paling sederhana yang bisa dilakukan di rumah, mulai malam ini dan berikutnya adalah rutin membersihkan gigi dan mulut.

 

*****

 

Q  : Kalau yang clorhedixine cair ini dipakai rutin tiap hari apakah diperbolehkan? Atau bolehnya hanya pemakaian sesekali aja. Belinya di apotik biasa adakah? Terima kasih.

A  : Kalau menurut jurnal sebaiknya gunakan maksimal 2 minggu untuk bahan aktif yang sama (dalam hal ini chlorhexidine), kemudian stop 2 minggu atau gunakan bahan aktif yang lain atau air garam hangat juga boleh. Chlorhexidine jenis spray baru saya jumpai ada suppliernya saat seminar. Namun sebaiknya dokter gigi anaknya cek dulu kebutuhannya sesuai kasus. Di beberapa praktek dokter gigi anak pribadi ada yang menyediakan untuk jenis spray.

 

*****

 

Q  : Dok, diagnosa anak saya GDD, CP, mikrosefali. Sampai saat ini jarang, bahkan hampir sebulan sekali sikat gigi tapi belum pakai odol. Saya baru coba pakai madu sama seperti terapinya. Odol apakah yang aman untuk usia 31 bulan? Tadi saya sempat membaca kalau jangan minum susu menjelang tidur menggunakan dot. Baiknya bagaimana untuk anak-anak yang masih minum pakai dot agar tidak merusak gigi? Terima kasih.

A  :

  1. Mulai rutin bersihkan gigi dan mulutnya ya. Bersihkan tidak harus dengan sikat, kalau berasa lebih bersih dengan kassa/waslap ya silakan. Kenapa? Karena sisa makanan yang menempel di gigi lama akan berubah menjadi asam dengan bantuan bakteri. Asam inilah yang akan menyebakan gigi rusak perlahan tapi pasti.
  2. Madu tidak dianjurkan untuk membersihkan gigi, karena madu juga menyebabkan karies.
  3. Odol yang bagus? Semua odol anak-anak baik, selama isinya tidak ada yang menyebabkan alergi untuk anak kita. Pada dasarnya yang terpenting adalah pembersihan secara mekanis. Ya, artinya tanpa odol pun bisa. Odol menyempurnakan, karena jika jumlah giginya sudah banyak kita membutuhkan fluor untuk melindungi gigi anak kita.
  4. Minum susu pakai d Idealnya memang tidak ada fase dot. Kita seleksi kasus. Pakai dot tapi pemberiannya tidak sambil tidur, posisinya anak tegak/agak tegak. Dan setelah pemberian dot, kita bersihkan terutama bagian depan atas.

 

*****

 

Q  : Selamat malam, dokter. Anak saya usia 7 tahun 9 bulan, diagnosa Apert syndrome. Gigi depan anak saya karies sampai sekarang ini. Bagaimana ya supaya gigi depannya tumbuh lagi? Selain itu giginya juga berlubang. Saya pernah bawa ke dokter gigi tapi anak saya tidak bisa membuka mulutnya lebar-lebar, sehingga agak kesulitan. Mohon info ke dokter gigi mana yang dapat membantu anak saya ini, yang dekat dengan tempat tinggal saya. Saya tinggal di daerah Cijantung, Jakarta Timur. Terima kasih.

A  : Ada fotonya? Management perawatan gigi anak jika tidak bisa dilakukan di poli dan jumlah gigi kariesnya banyak/komplek, maka pilihannya general anestesia. Info dokter gigi anak (DGA) akan saya infokan kemudian ya. Saya kontak IDGAI Jaya dulu.

 

*****

 

Q  : Salam kenal, dok. Anak saya usia 3 tahun 1 bulan, Osteogenesis Imperfecta type 1. Dari kelainannya itu, anak saya juga jadi mengalami kerapuhan gigi Dentinogenesis Imperfecta. Giginya sudah pernah tumbuh lengkap, dulu saya coba sikat dengan sikat gigi jari, tapi sekarang karena giginya habis beberapa kali dicoba sikat dengan sikat gigi jari, malah berdarah-darah. Anak saya rutin minum air madu, karena dia tidak suka rasa air putih. Minum air putihnya hanya sedikit dan harus agak dipaksa. Solusinya apa ya, dok?

A  : Kasus Dentinogenesis Imperfecta memang “modal awal” giginya sudah tidak sempurna stukturnya. Idealnya saat anak usia 12 bulan dibawa ke DGA untuk dievaluasi. Usia 18-20 bulan gigi yang tidak sempurna tersebut dilindungi diberi celluloid crown untuk gigi seri dan metal crown untuk gigi geraham pertama. Usia 28-30 bulan metal crown untuk gigi geraham dan tambalan untuk gigi taring fungsinya seperti “helm”.

Riwayat konsumsi madu rutin tanpa tindakan menjaga kebersihan rongga mulut dan perawatan pencegahan (“helm”) tadi memperparah kondisi giginya. Saran saya cek ke DGA terdekat, jika ada gigi yang masih bisa diberi helm sebaiknya dilakukan. Mulai biasakan minum air putih. Semangat ya, Bu.

 

*****

 

Q  : Halo dok. Anak saya usia 39 bulan. GDD, CP, Mikrosefali dan Epilepsi. Oral motornya terganggu sekali. Makan susah, buka mulut juga susah. Selama ini saya sikat menggunakan sikat kecil dengan odol anak-anak. Tapi susah karena anak saya menolak buka mulut, jadi banyak bagian yang terlewat. Sekarang gigi depannya keropos parah dan geraham sudah mulai muncul lubangnya. Tentang posisi yang tadi dijabarkan yang bisa untuk anak saya sudah saya coba. Dia selalu bergerak dan tidak mau buka mulut. Kalau dibantu dipegang tangan kakinya, makin meronta makin kencang tutup mulutnya. Bagaimana cara lebih mudah sikat giginya ya? Ada pasta gigi atau pembersih gigi yang lebih mudah diaplikasikan, dok? Merk nya maksud saya. Terima kasih.

A  : Saya ada pasien Lennox Gastaut Syndrome usia 5 tahun (gejala utama Epilepsi tidak terkontrol). Proses pembersihan dilakukan di strollernya lebih sering, seperti contoh yang di kursi roda. Untuk gigi bagian depan yang sudah habis, bisa menggunakan kassa steril atau waslap. Untuk gigi geraham pakai sikat gigi (bisa cek dimodifikasinya). Untuk mengusahakan mulut terbuka ditahan dengan stick yang dibalut kain/handuk kecil. Pasta gigi anak semua sama, bu. Gunakan selapis tipis cukup. Kemudian bilas dengan air matang.

 

*****

 

Q  : Malam, dok. Anak saya usia 2 tahun 8 bulan. Diagnosanya sejauh ini VSD, mikrosefali, dan epilepsi. Anak saya lumayan kooperatif gosok gigi. Kalau lagi rajin, 2 kali sehari pagi dan sebelum tidur. Tapi giginya (terutama 2 bagian depan) mulai berkarang dan keropos, dok. Sudah tinggal setengah. Yang bagian belakang masih bersih tapi mulai keropos juga. Adakah perawatan yang bisa dilakukan di rumah agar karangnya hilang dan harus dikasih apa ya biar giginya kuat/tidak rapuh serta tidak gampang terkikis? Berikut saya kirim fotonya dok.

A  : Sudah pernah ke DGA? Kalau belum, segera ke DGA. Ke DGA untuk ABK pertama kali bisa hanya kenalan dengan lingkungan DGA. Tindakan dilakukan di kunjungan kedua, tapi kalau anak terlihat kooperatif bisa dilanjutkan dengan tindakan penambalan. Jangan lupa jelaskan kondisi special anak kita apa saja ke DGAnya.

Saya lihat klinisnya belum kompleks, masih bisa ditambal gigi depannya dan gerahamnya di poli, jika anak kooperatif. Musti dapet kooperatifnya dulu. Gosok gigi jangan kalau rajin ya, bu. Tooth decay is almost 100% preventable (artinya kita bisa cegah si karies mampir di gigi). Yuuuk bersihkan gigi rutin mulai malam ini. Sebelum tidur dan sehabis sarapan (minimal 2x sehari).

Q  : 

A  : Dari klinis foto untuk gigi depan murni karies (gigi berlubang) bukan karang gigi. Saat bersihkan bagian depan atas jari telunjuk kita dengan posisi kita berdiri di belakang kanan, membuka bibir atas supaya bisa membersihkan bagian depan atas. (Bibir disingkap).

Q  : Sudah, dok. Gigi depannya sudah pernah ditambal 2-3 kali, tapi belum sampai 2 bulan tambalannya sudah terkikis dan hilang. Cara menghilangkan karies pada gigi yang sudah terlanjur ada bagaimana ya, dok ? Dan bagaimana cara pencegahan agar giginya yang lain tidak gampang terkikis, dok?

A  : Karies dibersihkan oleh drg. Apakah ke DGA? Ibu tinggal dimana? Sebab memang perlu menggunakan seluloid crown untuk menambalnya dan memang tidak semua DGA siap celuloid crown ini.

Q  : Sudah, dok. Sudah 4-5 kali ke dokter gigi. 3 kali ditambal, namun hanya bertahan 2 bulan. Malah yang terakhir hanya dilihat-lihat saja oleh dokternya dan disuruh sikat gigi saja. Yang kuning-kuning itu bisakah dibersihkan dok? Saya takut makin lama gigi yang depan makin habis. Saya di Palembang, dok.

 

*****

 

Q  : Malam, dokter Lila. Anak saya usia 23 bulan, Apert Syndrome. Giginya baru tumbuh dua. Saya sudah biasakan sikat gigi dan gusi setiap habis makan dan malam sebelum tidur. Tapi tidak pakai odol. Apakah kondisi gigi anak saya yang baru 2 gigi di usia ini, perlu dikonsulkan? Mungkin ada obat penumbuh gigi? Apakah sikat giginya perlu pakai odol khusus? Terima kasih.

A  : Sudah rutin sikat gigi dan gusi, bagus. Lanjutkan ya, bu. Bisa ditambahkan pijatan untuk lidah dan pipi bagian dalam sekalian terapi otot mulut. Obat penumbuh gigi tidak ada. Kondisi Apert salah satunya delayed teeth eruption (gigi terlambat tumbuh). Sikat khusus sudah saya infokan (tapi belum perlu untuk anak ibu yang masih 2 gigi). Odol khusus tidak ada. Cukup odol anak-anak saja, pakai selapis tipis saja cukup.

 

*****

 

Q  : Dok, salam kenal. Saya ibu dari 2 anak dengan diagnosa parsial trisomi 6. Saya perhatikan di gambar-gambar cara sikat gigi di atas, posisi membantu menyikat gigi dilakukan dari belakang anak ya. Apakah hasilnya berbeda ya jika membantu menyikatnya dari depan anak, dok?

A  : Posisi yang dianjurkan tersebut fungsinya untuk membuat nyaman anak dan yang membantu menyikat gigi. Selain itu untuk membantu fiksasi kepala anak, lapangan pandang kita juga lebih luas. Bisa dicoba modifikasi sikat dan penyangganya yang saya berikan di materi. Sebab memang diganjal jika tidak bisa membuka.

Sharing sedikit yang saya rasa bisa diaplikasikan juga untuk operator (kita yang menyikat gigi anak). Kita tidak hendak menyiksa anak dengan sikat gigi. Tujuan kita adalah membersihkan gigi anak supaya anak kita tidak menderita dengan sakit gigi. Jadi diawali dari kesiapan kita. Tenang dan lakukan dengan cepat dan rutin. Tidak boleh emosi. Bisa kita berikan gambar, musik cerita (ide ini akan muncul sesuai kondisi khusus anak kita). Jangan takut dan merasa sulit. Practice makes perfect (lakukan terus tidak ada yang salah).

Q  : Tantangan saya saat menyikat gigi begitu sikat masuk, pasti digigit. Sehingga sikatnya cepat rusak. Apa ada merk sikat tertentu yang tahan?

A  : 

Sikat gigi yang direkomendasikan untuk anak khusus. Bulu sikatnya langsung menyikat tiga sisi sekaligus dalam satu gerakan.

 

*****

 

Q  : Malam, dok. Anak saya usia 4 tahun konstruksi giginya seperti di atas dan sedang dijadwalkan untuk bedah mulut di RSCM. Saya ada pertanyaan. Apakah perlu bedah untuk mengangkat gigi yang keropos atau bisa lepas sendiri nantinya bila waktunya tiba (masih usia 4 tahun). Dan bila dibedah baiknya segera pakai gigi buatan atau dibiarkan saja berharap akan tumbuh gigi baru. Terima kasih, dok.

A  : Dulu tidak sekalian diambil sisa akarnya ya, pak? Saran saya, bapak tetap bersihkan rongga mulutnya rutin sebisa bapak. Sebagian sisa akar memang perlu pencabutan, jarang yang bisa lepas sendiri. Waktunya kapan? Sebaiknya sesuai dengan saran tim dokter yang menangani anak bapak. Pembersihan sisa akar gigi tujuannya untuk membersihkan fokus infeksi (gigi rusak menjadi jalan masuk bakteri). Jika anak bapak masih pakai NGT, sepertinya tidak indikasi untuk gigi palsu. Dibiarkan sampai gigi barunya tumbuh.

 

*****

 

Q  : Bagaimana kita tahu kalau anak kita sakit gigi ya? Anak saya ini giginya keropos dan sering pecah secuil-secuil karena sering digemeretakkan. Dan sekarang minum air biasa saja, bukan yang hangat, dia seperti mengernyitkan dahi seperti tidak nyaman begitu. Belum pernah ke dokter gigi. Tidak ada dokter gigi anak disini.

A  : Ibu tinggal dimana? Tiap anak memang unik, bisa sampai habis giginya tidak sakit, ada yang baru lubang sedikit sudah menangis. Sangat subyektif. Gemeretakan itu istilah medisnya Bruxism, gigi menjadi terkikis perlahan. Bersyukur masih mau buka mulut untuk minum air putih. Biasakan begitu, mengubah kebiasaan sulit karena kita yang membiasakan dari awal, tapi balik lagi ke tujuan awal kita. Gagal, coba lagi, gagal, coba lagi.

Q  : Pematang Siantar dok. Dia tidak mau buka mulut, dok. Jadi air putih dimasukkan dari tepi mulutnya. Itupun menunggu saat dia agak membuka mulut. Makannya juga pakai spuit, sehingga susah mau menyikat gigi. Pakai sikat jari atau waslap pasti digigit.

A  : Untuk di Pematang Siantar belum ada DGA (Dokter Gigi Anak), tapi di Medan ada sejawat saya, yaitu drg. Ami Angela Harahap dan drg. Essie Octiara, keduanya staff FKG USU.

 

*****

 

Q  : Halo, dokter Lila. Saya mau tanya, dok. Kalau anak sudah terlanjur mengalami karies dan giginya bahkan sudah ada yang tanggal tanpa saya ketahui kemana gigi tersebut, apa yang saya lakukan untuk memperbaikinya? Karena anak saya (6 tahun) kadang suka gak mau makan dan dia pegang-pegang pipinya tapi tidak mau dilihat mulutnya. Kecuali dia lagi happy baru bisa dilihat dan itupun hanya sebentar. Terima kasih, dok.

A  : Kalau karies sebaiknya dicek ke DGA. Apakah bisa dibacakan buku cerita soal kuman gigi atau dari Youtube? Mengkondisikan anak dengan giginya yang perlu dibawa ke dokter gigi untuk dicek.

Q  : Saya pernah bawa ke dga entah sama drg. Lila atau bukan saya lupa, dan saya harus memaksa dia buka mulut dan dipegang perawat, saya, dan kakaknya. Nah, setelah itu saya belum pernah bawa lagi karena dia tidak kooperatif, dok. Bagaimana cara membujuknya ya?

A  : Untuk beberapa kasus ABK tidak bisa dikerjakan di poli gigi. Jika anak ibu masuk dalam kategori ini, dengan pertimbangan banyak giginya yang bermasalah, tindakan akan dilakukan dengan bius umum untuk mendapatkan hasil yang baik dan meminimalkan resiko berkaitan dengan kondisi khusus anak.

 

*****

 

Q  : Malam, dok. Anak saya usia 20 bulan dengan mikrosefali, GDD, dan cerebral palsy, sudah punya 10 gigi. Biasanya saya gosok giginya pakai sikat jari, tanpa pasta gigi. Untuk minum susu tanpa tidur, anak saya belum bisa dan harus menggunakan dot. Apalagi jam minum susu masih seperti bayi, saat tidur setiap 2 jam sekali minta susu. Bagaimana solusinya untuk ABK yang masih minum susu dengan tidur, dok?

A  : Minggu lalu saya kedatangan tamu dengan kondisi luar biasa gigi free caries. Informasi yang saya dapatkan, anak tersebut masih minum susu dengan dot. Posisi pemberian susu juga berpengaruh. Anak tersebut diberi dot dengan posisi digendong, agak tegak, tidak dengan posisi anak tidur. Air susu minimal tidak tergenang di gigi atas dan setelah itu dibersihkan dengan kassa steril air hangat/waslap. Saya pribadi justru merasa lebih mantap membersihkan pakai kassa daripada sikat jari. Ya tapi personal. Pilih yang paling sreg di hati.

 

*****

 

Q  : Malam, dokter Lila. Anak saya usia 2 tahun 11 bulan. Diagnosa Tof, CHARGE syndrome, GDD. Posisi anaknya hanya bisa tidur dan agak sulit disentuh. Giginya bagian atas sudah 7 dan yang bawah bawah baru 2. Yang masuk ke mulut hanya air putih 3 ml karena selama ini memakai selang NGT. Apakah NGT dapat merusak gigi, dan apakah anak saya harus diperiksa giginya walaupun belum makan? Terima kasih sebelumnya, dok.

A  : NGT seharusnya tidak akan merusak gigi. Yang merusak gigi adalah asam yg berasal dari hasil dari sisa makanan, bakteri, dan waktu. Selama gigi bersih, tidak ada karies. Ada baiknya dijadwalkan untuk mengunjungi DGA.

 

*****

 

Q  : Selamat malam, drg. Lila. Anak saya usia 9 tahun, diagnosa delesi kromosom 11. Mulai umur 6 tahun, gigi susu mulai keropos. Umur 7 tahun gigi seri atas bawah sudah copot dan ada gantinya. Sekarang belum ada yang goyang lagi, alias belum ada yang lepas. Padahal sudah banyak yang keropos terutama geraham. Sudah di rontgen, sudah ada bakal gigi. Penyebabnya apa ya, dok? Terima kasih.

      

A  : Gigi seri atas dan bawah ganti sekitar usia 6-8 tahun. Jadi hal tersebut normal jika saat ini sudah ganti. Ini tantangan, sebab jangan sampai gigi tetapnya rusak. Mulai rutin membersihkan giginya.

Untuk gigi taring dan geraham susu lepas di rentang usia 8-11 tahun.

Taring: 8-9 tahun.

Geraham pertama susu: 9-10 tahun.

Geraham kedua susu: 10-11 tahun.

Bersyukur jika benih giginya ada semua. Alih-alih ingin cepat ganti gigi permanen, yuk sudah rutinkah kita bersihkan giginya? Susu botol sambil tidur? Masih makanan pabrikan dengan gula tambahan?

Kita evaluasi bersama:

  • kebersihan rongga mulut
  • kontrol makanan (saran saya makanan alami)

Mumpung masih ada waktu kita ubah kebiasaan. Menurut buku psikologi yang saya baca, kebiasaan baru akan terbentuk jika kita melakukannya terus selama sebulan. Gigi permanen sudah tidak ada gantinya lagi. Usia 6-7 tahun juga akan tumbuh gigi geraham pertama permanen, penting untuk cek ke DGA. Apakah sudah bisa dilakukan “sealant” melapis gigi supaya tidak mudah lubang?

 

*****

 

Q  : Dokter, mau tanya kalau anak belum bisa kumur, kemudian bagaimana cara membersihkan sisa pasta giginya? Gigi anak saya rusak, dok. Apa penyebabnya juga bisa dari obat kejang?

      

A  : Kalau belum/tidak mampu untuk berkumur, sisa pasta dibersihkan dengan kassa yang dibasahi air matang. Kassa ini sama dengan tissue, benda wajib yang harus tersedia. Pasta yang digunakan untuk yang belum/tidak mampu berkumur cukup selapis tipis saja. Semangat terus ya.

 

*****

 

Q  : Malam, dok. Baru-baru ini, anak saya merasakan sakit di giginya. Tapi saat dilihat tidak ada lubang pada gigi tetap yang sudah tumbuh. Karena kondisi gigi tetap yang belum tumbuh semua dan crowded. Apakah ada kemungkinan sakitnya diakibatkan gigi tetap yang mau tumbuh tapi sulit keluar karena rahang yang kecil? Dan saya perhatikan ada gigi geraham yang tumbuh tidak pada tempatnya, menabrak gusi samping atas. Apakah bisa menimbulkan rasa sakit? Terima kasih.

A  : Gigi tetap yang akan tumbuh bisa menyebabkan rasa sakit dengan ruangan yang cukup untuk tumbuh maupun tidak cukup. Anak ibu saat ini masuk di tahap gigi pergantian, sangat penting untuk:

  1. Gosok gigi rutin (setelah makan dan sebelum tidur malam).
  2. Hindari makanan/minuman yang mengandung gula.
  3. Rutin ke DGA 3-6 bulan sekali untuk kontrol, cek sealant apakah perlu diulang dan pemberian fluor topikal.

 

*****

 

Q  : Malam dok. Anak saya usia 3 tahun, diagnosa Moebius Syndrome. Awal tumbuh gigi usia 9 bulan dan rajin dibersihkan, tapi setiap dibersihkan mudah sekali berdarah, sampai saya takut sendiri akhirnya kasihan dan tidak rutin dibersihkan, dan giginya mulai coklat. Sekarang rutin kami bersihkan tapi giginya habis, lepas sedikit demi sedikit saat dibersihkan. Gigi anak saya dibersihkan pakai kapas dan kassa karena belum bisa buka mulut maksimal untuk masuk sikat gigi dan karena giginya rapuh (salah satunya karena bawaan sindrom). Apa tanda-tandanya ya kalau gigi permanen akan tumbuh, dan usia berapa harus benar-benar waspada, dok? Tindakan apa yang harus dilakukan agar gigi permanen bisa tumbuh baik? Apakah ada rekomendasi dokter gigi anak untuk di Jambi? Terima kasih.

A:

  • Pembersihan gigi dengan kapas saya tidak rekomendasikan, gunakan kassa dan waslap.
  • Gigi tetap tumbuh sekitar usia 6 tahun ±6
  • Cara menjaga gigi tetap? Karies atau gigi berlubang adalah penyakit kronis artinya tidak dalam semalam langsung lubang, butuh proses/waktu. Jika ingin menjaga gigi tetap mulailah dengan menjaga gigi susu dari sekarang.

Caranya?

  1. Rutin bersihkan gigi susu.
  2. Kontrol makanan dan minuman manis.
  3. Rutin ke DGA (kalau tidak ada DGA, paling tidak dokter gigi yang sabar dan mau menangani).
  4. Masih ada 3 tahun lagi. Yuuk kita semakin peduli kesehatan gigi dan mulut. Untuk Jambi belum ada DGA.

Wilayah Sumatera bisa ke: Medan, Aceh, Riau, Palembang, dan Bandar Lampung.

 

*****

 

Q  : Dok, usia anak saya 9 bulan, belum tumbuh gigi. Adakah rangsangan, terapi, atau apapun yang bisa bantu tumbuh gigi? Kebersihan gusi selama ini hanya menggunakan kain yang direndam air hangat matang. Perlu dikoreksi kah, dok? Terima kasih.

A:

  • Usia tumbuh gigi pertama sekitar 6-12 bulan ± bulan, jadi anak ibu belum disebut terlambat.
  • Sebaiknya gunakan kain yang bertekstur kasar (kassa/waslap) supaya bisa mengangkat sisa makanan yang menempel di gigi.
  • Alih-alih ingin cepat gigi tumbuh, mulai sekarang coba rutinkan untuk dental home care seperti dalam materi saya (meskipun giginya belum tumbuh). Semangat ya, bu. Gigi susunya tidak boleh lubang ya.

 

 

 

Editor: KKP

Featured Images Source: https://images.contentful.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *