KULWAP IRD
KERONTOKAN RAMBUT
Oleh: dr. Benatha Hardani, MGBT

Sebelum membahas kerontokan rambut, kita perlu mengetahui beberapa hal tentang rambut. Dalam satu kulit kepala, terdapat sekitar 100.000 rambut yang terbagi menjadi 2 fase yaitu anagen dan telogen. Fase anagen adalah rambut yg tertanam kuat dan masih baru tumbuh, sedangkan fase telogen adalah rambut yg sudah lemah dan akan segera digantikan rambut baru. Umumnya, fase rambut terjadi sekitar 3-7 tahun, tergantung masing-masing individu.

Seseorang dikatakan mengalami kerontokan rambut bila jumlah rambut yang rontok >100 helai sehari. Namun, hal ini tidak bisa dipukul rata karena setiap orang berbeda-beda. Kerontokan rambut diklasifikasikan menurut Ludwig. Berdasarkan derajat keparahannya, dibagi menjadi derajat I, II, dan III. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kerontokan rambut adalah:

1. Hormonal
Ketidakseimbangan hormon androgen dapat menyebabkan kerontokan rambut. Hal ini terjadi pada 70% pria dan 30% wanita. Umumnya kerontokan rambut akibat hormonal memiliki pola kebotakan kulit kepala terjadi di depan dan tengah kepala.

2. Postpartum hairloss
Kerontokan rambut setelah melahirkan dikategorikan normal, dan bisa bertahan hingga 6-12 bulan setelah melahirkan. Kondisi tersebut diakibatkan oleh kondisi hormonal ibu yang baru melahirkan yg membuat fase rambut menjadi lebih singkat dari normal.

3. Kurang gizi
Seperti organ tubuh lainnya, rambut juga memerlukan asupan nutrisi seperti protein, lemak, dan vitamin. Nutrisi yang menunjang proses pertumbuhan rambut adalah biotin atau vitamin B7, yang biasa ditemukan pada kacang-kacangan dan zat besi. Jika seseorang mengalami kekurangan senyawa tersebut, maka akan kemungkinan besar akan mengalami kerontokan.

4. Kurang tidur
Kurang tidur dapat mengakibatkan kerontokan rambut karena peningkatan kelenjar minyak di kulit kepala dan kurangnya oksigenasi, memperpendek fase anagen dan telogen rambut. Jadwal tidur yg baik tentu saja harus cukup baik secara kualitas dan kuantitas, namun jika sulit untuk tidur cukup usahakanlah tidur sebelum jam 1 malam karena proses regenerasi kulit dan rambut terjadi pada saat-saat tersebut.

5. Proses Kimia.
Bleaching, coloring, rebonding, dan tindakan kimiawi lainnya dapat menyebabkan kerontokan rambut karena bahan kimia yang digunakan seringkali tidak ramah untuk rambut.

Pemeriksaan kerontokan rambut meliputi evaluasi derajat kerontokan rambut menurut Ludwig, pemeriksaan kadar minyak di kulit kepala, kondisi kulit kepala, dan evaluasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan kerontokan rambut seperti yang telah disebutkan diatas. Serta faktor lainnya seperti keturunan, stres, kelebihan berat badan, pola makan yang tidak seimbang, kurang minum, terlalu sering mengikat rambut, dan sebagainya.

Penting bagi kita untuk dapat mengevaluasi kondisi kulit kepala. Apakah termasuk kering, berminyak, berketombe, kemerahan (sensitif), atau normal. Rambut yang berminyak, berketombe, dan kulit kepala kemerahan, dapat mengakibatkan kerontokan rambut. Oleh karena itu, sebelum memulai tata laksana kerontokan rambut, kondisi tersebut perlu dievaluasi terlebih dahulu.

Ketombe bisa disebabkan oleh jamur, akumulasi minyak dan debris di kulit kepala, atau berasal dari kulit kepala yg sensitif. Bila disebakan oleh jamur, sebagai pengobatan, rambut dapat dicuci dengan menggunakan shampo anti jamur selama 3 hari berturut-turut. Bila ketombe menetap, dapat menghubungi profesional untuk penggunaan produk tertentu agar dapat dilakukan tata laksana lanjutan. Efektivitas penggunaan obat topikal untuk ketombe belum memberikan hasil yang konsisten.

Pada kulit kepala berminyak, perlu justru dihindari pemakaian masker, conditioner, krim pelembab, hairdryer, atau pun penggunaan produk-produk hair styling, karena akan menambah jumlah minyak pada kulit kepala. Sedangkan pada kulit kepala sensitif atau kemerahan, disarankan mengganti shampo dengan shampo bayi tanpa pewangi, serta menghindarkan kontak bahan kimia pada kulit kepala. Nah, jika semua pemberat kondisi sudah diatasi dan kondisi kulit kepala sudah normal, kita dapat melanjutkan ke terapi kerontokan rambut.

Kerontokan rambut membutuhkan terapi bila mencapai derajat II Ludwig yaitu alopecia areata (pitak) dan alopecia androgenal (kebotakan di bagian depan). Terapi kerontokan rambut dapat menggunakan:
1. Obat topikal,
2. Obat oral,
3. Laser,
4. Transplantasi atau penanaman rambut.

Penggunaan obat topikal termasuk pilihan yang paling ekonomis dan simple. Biasanya produk yang digunakan adalah Minoxidil 2-5%, tergantung kondisi. konsultasikanlah dengan dokter anda, karena produk ini memiliki beberapa efek samping tertentu.

Bila kerontokan rambut belum membaik, dapat digunakan obat oral berupa finasteride dengan beberapa konsekuensi khusus. Penggunaan laser 3x seminggu dapat dipertimbangkan bila penggunaan obat oral belum berhasil. Umumnya pada kondisi kulit kepala yang sudah terlihat licin. Transplantasi, operasi atau penanaman rambut dapat dipertimbangkan bila upaya lain belum menunjukkan perbaikan. Terapi ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena perlu dilakukan helai demi helai, biaya yang lebih mahal, dengan tingkat keberhasilan sekitar 60%-70%.

Untuk wanita yang menggunakan hijab, disarankan untuk tetap melakukan evaluasi kondisi rambut. Keringkan rambut secara alami setiap selesai mencuci rambut. Usahakan gunakan jilbab yg menyerap keringat dan tidak terlalu tebal sehingga memungkinkan kulit untuk masih dapat bernafas, tidak menggunakan dalaman jilbab berbahan karet, dan jangan mengikat atau menjepit rambut terlalu kuat.

Konsultasikan kerontokan rambut anda dengan dokter dan tenaga medis setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *