Global Developmental Delay

Global Developmental Delay (GDD) adalah keterlambatan sensorik, motorik, maupun intelektual, yang terjadi pada anak dalam rentang usia 0-18 tahun. Kondisi tersebut terjadi pada 1-3% anak yang ada di dunia dan rata-rata mengakibatkan gangguan atau keterlambatan dalam berkomunikasi.

Global Developmental Delay dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain kelainan genetik dan kromosom, kelainan bawaan lahir, kelainan pada struktur bagian otak, prematuritas, infeksi kongenital, dan berbagai kondisi lain yang mengakibatkan terganggunya perkembangan dari otak dan tulang belakang.

Ada beberapa macam pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mengetahui penyebab dari GDD. Permeriksaan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan dilakukan evaluasi bertahap oleh dokter yang menangani. Beberapa kondisi dapat dicegah ataupun dapat diringankan dengan intervensi dini.

Beberapa kondisi anak yang mengalami GDD antara lain:

  1. Anak belum mampu membalikkan badannya sendiri dengan sempurna tanpa bantuan pada usia 6 bulan.
  2. Anak belum mampu duduk tanpa bantuan pada bidang datar di usia 8 bulan.
  3. Anak belum mampu merangkak sendiri pada usia 12 bulan.
  4. Anak mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Contohnya, anak belum dapat mengucapkan “mama” pada usia 1 tahun dan belum bisa mengucapkan 2 kata yang berhubungan pada usia 2 tahun.
  5. Kelainan tingkah laku, seperti tingkah laku yang agresif atau tingkah laku yang bersifat autistik.
  6. Anak mengalami hambatan pada sisi kognitif dan sosial.

Dalam beberapa kasus, GDD dapat didiagnosa setelah kelahiran atau pada tahun pertama kehidupan. Namun, tidak jarang bahwa GDD baru terdiagnosa ketika anak berada pada usia sekolah.

Hal pertama yang harus dilakukan ketika anak mengalami GDD adalah mengetahui penyebab dari terjadinya GDD, hal ini diperlukan untuk menilai apakah diperlukan suatu intervensi tertentu untuk menyelamatkan kondisi anak. Sebagian besar kondisi GDD tidak dapat disembuhkan dengan medikamentosa (obat-obatan). Namun, GDD dapat diperbaiki dengan melakukan intervensi, seperti fisioterapi, terapi okupasi, dan terapi wicara.

Pada beberapa kasus, anak dengan GDD mengalami keterlambatan diagnosa yang berakibat semakin terlambatnya gejala yg ditimbulkan sehingga lebih sulit mengejar ketertinggalan, hal ini seringkali dikarenakan kurangnya edukasi para orangtua dan lingkungan sekitar yang menganggap GDD hanyalah keterlambatan biasa.

Selalu pantaulah kondisi tumbuh kembang anak anda, dan berkonsultasilah pada dokter atau tenaga medis setiap kali anda menemukan kecurigaan.

 

 
Salam rare,
Langka, Nyata, Berdaya

 

Ditulis oleh: dr. Benatha Hardani (salah satu relawan dokter di Indonesia Rare Disorders)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *